Plastisol Ink vs Rubber Ink: Mana yang Lebih Bagus untuk Sablon?

April 1, 2025

Saat kamu ingin produksi kaos sablon, salah satu pertimbangan penting yang harus diambil adalah pemilihan jenis tinta. Dua jenis tinta yang paling sering digunakan dalam industri sablon manual adalah plastisol ink dan rubber ink. Keduanya punya karakteristik unik dan tentu saja kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Biar kamu nggak bingung dan bisa pilih yang paling sesuai dengan kebutuhan produksi, yuk kita bahas perbandingan plastisol dan rubber secara lengkap!

Apa Itu Plastisol Ink?

Plastisol ink adalah tinta berbasis PVC (polyvinyl chloride) dan plasticizer. Tinta ini tidak bisa mengering di udara bebas, jadi butuh alat pemanas seperti heat press atau conveyor dryer untuk proses curing-nya. Keunggulan utama dari plastisol adalah kemampuannya menghasilkan warna yang solid, tajam, dan mampu mencetak detail halus dengan sangat baik.

Kelebihan plastisol ink:

• Warna tajam dan solid

• Sangat cocok untuk desain kecil dan detail rumit

• Tahan lama, tidak mudah retak atau pudar

• Cocok untuk kaos dengan warna gelap

Kekurangan plastisol ink:

• Harus dipanaskan agar kering

• Kurang ramah lingkungan karena berbasis minyak

• Teksturnya terasa “ngangkat” atau kaku di permukaan kaos

Apa Itu Rubber Ink?

Rubber ink adalah tinta sablon berbasis air yang sangat populer di Indonesia, terutama untuk produksi massal. Tinta ini cenderung lebih fleksibel dan ramah lingkungan. Hasil sablonnya terasa lebih menyatu dengan kain dan nyaman dipakai, terutama untuk bahan katun.

Kelebihan rubber ink:

• Bisa kering tanpa pemanas

• Lebih ramah lingkungan

• Hasil sablon terasa lembut dan fleksibel

• Mudah ditemukan dan biayanya lebih murah

Kekurangan rubber ink:

• Warna kurang keluar jika diaplikasikan ke kaos warna gelap

• Kurang tajam untuk desain detail

• Lebih cepat memudar dibanding plastisol jika tidak dirawat dengan benar

Photo by Nick de Partee

Mana yang Lebih Cocok untuk Kamu?

Pemilihan tinta sablon terbaik sebetulnya tergantung pada kebutuhan produksi kamu.

• Kalau kamu fokus pada kaos fashion dengan desain detail tinggi, warna pekat, dan ingin hasil cetak yang tahan lama, plastisol ink bisa jadi pilihan terbaik.

• Tapi kalau kamu ingin produksi dalam jumlah banyak, harga lebih terjangkau, dan nyaman dipakai sehari-hari, rubber ink lebih ideal.

Buat kamu yang ingin produksi kaos dalam jumlah banyak, bisa juga cek layanan Sablon Lusinan Manual untuk solusi yang hemat dan tetap berkualitas.

Kesimpulan

Nggak ada jawaban mutlak mana tinta sablon yang paling bagus. Semuanya balik lagi ke tujuan pemakaian, budget, jenis kain, dan desain yang kamu cetak. Plastisol unggul dari segi warna dan detail, sedangkan rubber unggul dari kenyamanan dan efisiensi.

Yang penting, pastikan kamu tahu karakter masing-masing tinta sebelum memulai produksi, supaya hasil akhir kaos sablonmu sesuai harapan dan nggak bikin kecewa.

WhatsApp