5 Karakteristik Tinta Plastisol

May 20, 2020

Teknik atau metode sablon yang tersedia saat ini sangat banyak jenisnya. Setiap metode sablon tersebut menggunakan jenis tinta sablon yang berbeda-beda. Sehingga setiap metode sablon kaos memiliki karakteristik, serta keunggulan dan kekurangannya masing-masing. Harga yang ditawarkan untuk setiap metode sablon juga berbeda-beda, tergantung pada jenis tinta, peralatan, dan tingkat kesulitan pengerjaan sablon tersebut. Salah satu metode sablon yang banyak digunakan oleh produsen kaos atau pengusaha sablon kaos Jakarta adalah sablon plastisol. Sablon plastisol merupakan metode sablon dengan menggunakan tinta plastisol yang berbahan dasar minyak sehingga kualitas gambar yang dihasilkan lebih baik dan awet jika dibandingkan dengan sablon dengan tita berbasis air. Tinta plastisol sangat cocok digunakan pada sablon dengan desain sablon full color dengan dot atau raster kecil.

Karakteristik Tinta Plastisol

Secara lebih lengkap berikut penjelasan terkait karakteristik tinta plastisol untuk sablon kaos yang harus anda ketahui sebelum menggunakannya :

1. Tinta Sablon Berbasis Minyak

Tinta plastisol merupakan tinta sablon berbasis minyak yang dapat mencetak gambar dengan baik untuk kain dengan warna gelap. Selain digunakan pada sablon plastisol, tinta ini digunakan pada teknik sablon separasi dan simulation color. Harga beli tinta ini cukup tinggi karena tinta sablon memiliki kandungan sintetis dari jenis minyak yang langka.

2. Warna Lembut, Tidak Mencolok, Dan Berkualitas HD

Hasil sablon dengan jenis tinta ini cukup cerah tetapi tidak mencolok. Selain itu tinta plastisol sangat cocok digunakan untuk menghasilkan gambar dengan kualitas HD. Tinta plastisol dapat digunakan dalam metode sablon dengan desain full color karena mampu menampilkan warna yang beragam dan detail yang baik.

3. Hasil Sablon Lebih Tahan Lama

Hasil sablon kaos dengan tinta plastisol lebih awet, tahan lama, dan tidak mudah mengelupas walaupun melalui proses pencucian berkali-kali. Tinta plastisol hanya menempel pada kain bukan meresap kedalam serat kain, tetapi walaupun demikian tinta plastisol dapat menempel kuat pada kain. Hasil sablon dari tinta plastisol bisa bertahan bertahun-tahun dan bahkan bisa lebih awet jika tidak disetrika secara langsung. Pasalnya sablon bisa mengkerut dan rusak jika terkena panas setrika secara langsung. Oleh karena itu hindari area sablon jika menyetrika kaos dengan sablon tinta plastisol.

4. Harga Relatif Mahal

Tinta plastisol merupakan jenis tinta sablon yang pada umumnya digunakan untuk memproduksi kaos dengan kualitas premium. Pasalnya harga tinta plastisol terbilang mahal jika dibandingkan dengan tinta sablon berbasis minyak lainnya, apalagi jika dibandingkan dengan tinta sablon berbasis air. Selain itu jenis kain kaos yang cocok diaplikasikan tinta plastisol cenderung lebih mahal dibandingkan dengan jenis kain kaos yang lainnya karena kain yang digunakan harus jenis kain yang tahan panas.

5. Tidak Mudah Kering

Hasil sablon yang diperoleh dengan tinta plastisol tidak mudah kering jika hanya dibiarkan begitu saja. Proses pengeringannya membutuhkan bantuan mesin heat press yang tentu saja akan menambah pengeluaran anda untuk membeli alat ini. Jika tidak ada mesin heat press, anda bisa menggunakan hair dryer. Untuk mendapatkan panas yang merata dibutuhkan suhu 180 derajat celcius,

Itulah 5 karakteristik utama dan paling mencolok dari tinta plastisol. Umumnya tinta plastisol digunakan untuk produksi kaos premium karena harganya cenderung lebih mahal dibandingkan dengan jenis tinta sablon berbasis minyak yang lain. Oleh karena itu sebelum memilih tinta ini, anda harus mengetahui karakteristiknya sesuai dengan yang dijelaskan di atas. Selain itu untuk anda yang berdomisili di Jakarta harus memilih produsen atau sablon kaos Jakarta yang terpercaya seperti Dyotees untuk mempercayakan pengerjaannya kepada tenaga ahli yang tepat.

Hubungi WhatsApp